sabtu,23 november 2013
pagi yag dingin itu benar-benar dingin,seakan membunh setiap nyawa di muka bumi,tak terkecuali aku,uci dan femi..
dengan degup jantung yang tak tentu kami berjalan perlahan menuju kerumunan manusia di siang itu,jam 01.00 tepat kami menginjakan kaki kembali di rumah itu,rumah yang sering kami datangi untuk bersenang senang atau berkeluh kesal akan hari-hari yang penat,setidaknya hanya untuk melepas canda tawa bersama,tapi hari ini itu beda,semua orang tampak sedih berada di rumah itu suasana kesedihan itu perlahan masuk di rongga dada,dan sewaktu-waktu bisa meluap menjadi tangisan yang tak terpecahkan.
di sudut ruangan terlihat iya dengan wajah tertunduk lesu menahan air mata,sakit rasanya melihat sahabat kita orang yang kita anggap penting dalam hidup menangis dan merasakan kehilangan yang mendalam di hidupnya.
sedih benar benar sedih dan kehilangan yang aku rasakan di sana,ya mama iya sama seperti mama ku uci dan femi,mama yang selalu memberikan curahan kasih sayang untuk anaknya iya,tp sekarang hanya raganya yang terbujur kaku di pembaringan itu.
melihat ini semua aku pun tak tega untuk berucap apa-apa.
baru kemaren kami membicarakan kesembuhan beliau tapi hari ini beliau sudah tak ada d sisi kami..
kami janji ma,kami akan menjaga iya,tak akan membiarkan air mata jatuh membasahi pipinya lagi.
tak akan membuat hari-harinya sepi tampa mama..
karna kami satu,sahabat selamanya..
aku,uci,femi dan uci..
selamanya...
pagi yag dingin itu benar-benar dingin,seakan membunh setiap nyawa di muka bumi,tak terkecuali aku,uci dan femi..
dengan degup jantung yang tak tentu kami berjalan perlahan menuju kerumunan manusia di siang itu,jam 01.00 tepat kami menginjakan kaki kembali di rumah itu,rumah yang sering kami datangi untuk bersenang senang atau berkeluh kesal akan hari-hari yang penat,setidaknya hanya untuk melepas canda tawa bersama,tapi hari ini itu beda,semua orang tampak sedih berada di rumah itu suasana kesedihan itu perlahan masuk di rongga dada,dan sewaktu-waktu bisa meluap menjadi tangisan yang tak terpecahkan.
di sudut ruangan terlihat iya dengan wajah tertunduk lesu menahan air mata,sakit rasanya melihat sahabat kita orang yang kita anggap penting dalam hidup menangis dan merasakan kehilangan yang mendalam di hidupnya.
sedih benar benar sedih dan kehilangan yang aku rasakan di sana,ya mama iya sama seperti mama ku uci dan femi,mama yang selalu memberikan curahan kasih sayang untuk anaknya iya,tp sekarang hanya raganya yang terbujur kaku di pembaringan itu.
melihat ini semua aku pun tak tega untuk berucap apa-apa.
baru kemaren kami membicarakan kesembuhan beliau tapi hari ini beliau sudah tak ada d sisi kami..
kami janji ma,kami akan menjaga iya,tak akan membiarkan air mata jatuh membasahi pipinya lagi.
tak akan membuat hari-harinya sepi tampa mama..
karna kami satu,sahabat selamanya..
aku,uci,femi dan uci..
selamanya...
